Tuesday, October 12, 2010

[no title]

0

Banyak pikiran di dalam otak ini..
Banyak pertanyaan yang ingin disampaikan padanya..
Ada pernyataan yang ingin disampaikan

Tapi keberanian terlalu ciut..

Benarkah engkau telah menentukan pilihanmu?
Benarkah engkau sedang ber'proses' untuk menyempurnakan setengah dhien-mu?


Jika memang benar...
Turut berbahagia atas dirimu..
semoga tiap langkah yang sedang engkau lakukan dimudahkan dan dilancarkan.

Patah Hati

0

Heu.. judulnya ga enak banget ya.. tapi gpplah. Toh saya sedang merasakannya. Merasakan perasaan patah hati.
Kenapa saya harus patah hati??

Yaah ini berhubungan dengan rasa rindu saya..
Dia.. Dia.. Dia.. *inget lagunya afgan*

Monday, October 4, 2010

Maafkan diri

0

Duhai Rabb pemilik semua perasaan ini..
Maafkan diri ini yang menyimpan rasa ini..
Jika rasa ini sudah tidak sewajarnya
Ambillah perasaan ini
Jangan biarkan ia mengotori hati ini
Jika telah terlanjur mengotori hati ini
Ijinkan hamba untuk memohon yang baru
Dan jika mungkin, ijinkan hamba untuk bisa membersihkannya

Rinduku Padamu

0

aku berharap perasaan ini tak sebesar ini
aku berharap ada cara lain mengalihkan ini semua


Setengah tahun terakhir ini pikiranku selalu tertuju pada satu topik, yaitu menikah.
Mengingat keinginan dulu untuk bisa menikah di usai muda.
Jangan tanyakan calon padaku, karena satu jawaban pasti yang akan kalian dapat, yaitu "sudah ada, tapi ntah kapan kami dipertemukan".

Beberapa hari kebelakang, aq beranikan diri berbicara pada ibuku mengenai niatan ku untuk menuju 'jalan' itu.. sebenarnya jawaban positif sudah kudapatkan. Hanya ibuku berpesan "carilah ikhwan yang mencintaimu".
Dan pesan itu membuatku terdiam sesaat.
Hmm sebelumnya aq sempat bercerita ada seorang ikhwan yang dari jamanku bersekolah menjadi idamanku.
Dan mungkin sekarang telah menjadi idaman banyak akhwat. Dan sebenarnya aq ingin calonku seperti ikhwan itu, syukur2 memang bisa dengan ikhwan tersebut, tapi nampaknya hal itu amat sangat sulit. Keberadaanku saja ikhwan itu mungkin tak tau dan tak menyadari adanya diri ini yang diam-diam memperhatikan gerak-geriknya.